Blog About Best Tourist Attractions in Indonesia.

Saturday, 17 December 2016

Pengalaman Pribadi Tes VCT (Tes HIV) di Puskesmas

Pengalaman Pribadi Tes VCT (Tes HIV) di Puskesmas -  Assalamualaikum Wr. Wb. saya ucapkan kepada para pembaca setia blog ini. Kali ini penulis akan bercerita mengenai pengalaman penulis yang hari ini melakukan tes VCT di PUSKESMAS.

Kenapa Saya Melakukan Tes VCT ?

Karena saya pernah melakukan maksiat berupa ciuman dan oral seks sehingga saya menjadi was-was dan takut jikalau saya terjangkit virus HIV.

Kenapa Saya Berani Melakukan Tes VCT ?

Karena saya melakukan tindakan maksiat tersebut sekitar 3 tahun yang lalu, setelah itu saya tidak lagi pernah pacaran hingga sekarang. Saya sudah memutuskan untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut dan membuka lembaran baru. Ketika saya mendengar bahwa gejala HIV baru dirasakan kira-kira 3-6 tahun, itu membuat saya merinding dan khawatir, karena seseorang yang tertular HIV tampak sehat dan tidak merasakan gejala apapun hingga 3-6 tahun setelah hubungan terahir dengan pengidap HIV.

Setelah saya mendengar fakta mencengangkan tentang HIV diatas, saya memutuskan untuk berani melakukan tes VCT karena saya sudah membulatkan tekad untuk menuntaskan misi saya membuang kenangan maksiat di masa lampau tersebut dan saya juga harus memastikan saya itu sehat dan tidak mengidap penyakit HIV!

Sehari setelah seminar, saya selalu membahas HIV dengan teman saya, dan semua itu membuat saya memberanikan diri untuk datang ke PUSKESMAS jam 14.30 WIB (Yang sebenarnya pada waktu tersebut layanan PUSKESMAS sudah tutup kecuali UGD) Saya datang dan menunjukan kertas yang berisi tulisan Komisi Penanggulangan AIDS. Kemudian 4 dokter yang sedang ada disitu menanyakan beberapa pertanyaan pada saya dan disuruh menjelaskan niat dan tujuan saya. Saat itu terjadi hal lucu yang mengesankan hingga sekarang, yaitu saya berbicara sangat cepat dan terkesan seperti merasa lebih pintar daripada dokter, hahaha saya merasa bersalah dan itu semua terjadi karena saya begitu khawatir dan juga takut dengan HIV. Semua dokter disitu tertawa. Kemudian saya disuruh untuk datang lagi ke PUSKESMAS keesokan harinya pukul 08.00 WIB.

Keesokan harinya, pagi-pagi sekali saya segera mandi dan bersiap untuk tes, teman saya yang sebelumnya juga ingin melakukan tes malah takut sendiri dan akhirnya saya datang sendiri ke PUSKESMAS dan melakukan tes VCT.

Berapa Umur Penulis Saat Melakukan Tindakan Maksiat ?

Umur saya saat itu kira kira sekitar 14 Tahun. Saya menuliskan umur saya agar orang-orang yang membaca artikel ini mengawasi dan mengontrol betul anak-anaknya agar tidak sampai masa depannya hancur hanya karena coba-coba untuk melegakan rasa penasaran yang bisa menjadi malapetaka seumur hidup.

Saya memberikan saran agar selalu berkomunikasi dengan anak sesering mungkin, sehingga orang tua sudah dianggap seperti teman sendiri oleh anak. Jika anak-anak kalian memiliki sifat terbuka, maka kalian sebagai orang tua akan lebih mudah mengetahui karakter, kondisi, sikap, pertumbuhan, perkembangan anak di lingkungan dan di rumah secara lebih baik.

Bagaimana Saya Menemukan Infomasi Tentang Tes VCT ?

Beberapa waktu yang lalu, saya diajak teman untuk mengikuti seminar secara mendadak karena jumlah wakil sekolah kami untuk mengikuti seminar kurang. Sebenarnya saya mengikuti seminar ini karena saya hanya sekedar ikut dan tidak tahu seminar apa yang akan saya ikuti karena teman-teman saya juga tidak mengetahui seminar apa yang akan kami hadiri karena waktu itu sangat mendadak.

Setelah mengikuti seminar yang saat itu bertempat di gedung PEMDA. Saya dan banyak orang dari wakil-wakil sekolah di kota saya diberi pengertian mengenai apa itu HIV, cara penularan HIV, fase-fase perkembangan HIV dalam tubuh, apa itu AIDS, apa itu ARV, apa itu VCT, dimana kita dapat melakukan tes VCT, berapa biaya tes VCT dan masih banyak lagi lainnya. Saya akui, ilmu yang diberikan sangat bermanfaat bagi saya dan orang lain.

Bagaimana Langkah Tes VCT atau Tes HIV ?

Langkah Untuk Tes VCT Sangat Mudah, yaitu :
  1. Datang ke PUSKESMAS terdekat dan untuk yang sudah memiliki KTP, harap KTP-nya dibawa
  2. Daftar di loket sebagai pasien untuk mendapatkan nomor urut untuk menemui dokter. Biasanya ditanya keluhan sakit apa. Ketika ditanya apa keluhannya, jawab saja kalau anda ingin tes VCT. Kemudian anda akan diarahkan untuk menunggu diruang tunggu lagi atau mungkin, langsung disuruh ke ruangan khusus untuk melakukan tes.
  3. Setelah nama anda dipanggil untuk melakukan tes, anda akan diarahkan menuju ruang khusus VCT. Disitu, dokter akan melakukan konseling (memberikan pengertian, pengetahuan, bertanya mengapa kita melakukan tes VCT, anda akan diminta untuk menceritakan apa saja tindakan seksual yang pernah dilakukan, kapan terahir kali melakukan hubungan seksual dan lain sebagainya) Kemudian anda akan disuruh untuk mengisi form yang isinya adalah persetujuan bahwa kita setuju untuk melakukan tes VCT.
  4. Kemudian, anda akan dibawa ke ruang selanjutnya untuk diambil sampel darah oleh dokter lain dan kemudian dokter tersebut akan memeriksa sampel darah anda. Pada langkah ini menghabiskan waktu agak lama, sekitar 15 menit
  5. Setelah itu, dokter akan mengisi form yang merupakan hasil tes yang kita lakukan dan kita disuruh untuk memberikan form tersebut kepada dokter yang memberikan konseling tadi. Dokter pemberi konseling akan memberitahukan hasilnya.
  6. Jika hasilnya negatif maka anda akan langsung disuruh pulang. Jika hasilnya positif maka dokter akan membimbing anda untuk langkah pengobatan selanjutnya.

Berapa Biaya Tes VCT ?

GRATIS 

Bagaimana Hasil dari Tes VCT Yang Telah Saya Lakukan ?

Alhamdulilah, segala puji bagi Allah SWT. hasil tes VCT saya adalah negatif. Saya merasa lega dan merasa sangat bersyukur kepada Allah SWT. atas semua nikmat yang telah dilimpahkan kepada saya. Dokter pun menasehati saya, agar tidak lagi melakukan perbuatan maksiat dan fokus sekolah dan bekerja.  Saya sangat menghargai sekali para dokter yang menanggapi saya seperti anak mereka sendiri dan memuji saya bahwa saya berani dan berkata kalau semakin banyak orang yang sadar tentang tes VCT, maka akan lebih baik dan lebih cepat penanganannya. Kemudian saya menitip salam kepada salah satu dokter agar menyampaikannya kepada semua dokter yang kemarin telah membimbing saya. Kemudian, saya berterimakasih dan berpamitan pulang.

Itulah pengalaman penulis yang telah melakukan tes VCT. Sebarkan artikel ini kepada teman, keluarga dan orang-orang yang kalian sayangi. Jauhi seks bebas! Jaga kesehatan!. Jika ada salah kata mohon dimaafkan dan Semoga bermanfaat.

0 komentar: