Blog About Best Tourist Attractions in Indonesia.

Wednesday, 14 June 2017

Suku Aceh

Suku Aceh

Suku aceh adalah suku yang mayoritas beragama Islam. Bahasa daerahnya adalah bahasa Aceh yang merupakan bagian dari rumpun bahasa Melayu Polinesia Barat.
Tokoh-tokoh Aceh Yang Terkenal
Suku aceh merupakan turunan dari berbagai suku, kaum dan bangsa yang menetap di aceh.
Suku aceh pada tahun 2010 menurut sensus BPS, berjumlah 3.404.000 jiwa. Suku aceh juga tersebar hingga ke Malaysia, Australia, Kanada, Amerika Serikat dan negara-negara Skandinavia (Norwegia, Swedia dan Denmark). Penulis sendiri pernah mendengar kalau nama Aceh berasal dari singkatan  A (Arab), C (China), E (Eropa), H (Hindia). Ya masuk akal juga karena disana paras wajah masyarakatnya seperti orang luar semua. Namun, benar atau tidak penulis juga tidak mengetahuinya.

Proto dan Deutero Melayu

Dari wikipedia, Terdapat legenda rakyat Aceh yang menyebutkan bahwa penduduk Aceh berasal dari suku asli yaitu suku Mantir (Suku mantir diduga masih berkerabat dengan suku Batak, Gayo dan Alas)
dan Suku lanun masih berkerabat dengan suku Semang yang bermigrasi dari Semenanjung Malaya (Champa, Burma). Suku mantir awalnya mendiami wilayah aceh besar dan kemudian menyebar ke tempat lainnya.

India

Terdapat keturunan bangsa India di Aceh. Karena adanya hubungan perdagangan dan penyebaran agama Hindu-Budha dan Islam oleh bangsa India.
Salah satu bukti adanya pengaruh dari bangsa India adalah paras dan fisik masyarakat Aceh yang mirip dengan bangsa India, terdapat nama-nama desa yang diambil dari bahasa Hindi misalnya desa Indra Puri, dan makanan khas aceh yang banyak menggunakan kari.

Arab dan Persia

Bangsa Arab datang ke Aceh sebagai ulama penyebar agama Islam dan juga sebagai pedagang. Banyak ulama di daerah Seunagan yang terkenal memiliki ulama-ulama keturunan sayyid yang dihormati dengan sebutan Teungku Jet atau Habib. Tak hanya ulama, banyak Sultan Aceh adalah keturunan sayyid dan keturunan sayyid tersebut sudah banyak menikah dengan penduduk asli suku Aceh.

Keturunan bangsa persia datang untuk menyebarkan agama dan berdagang dan bangsa Turki diundang untuk menjadi ulama, pelatih prajurit, serdadu perang, pedagang senjata.

Sayyid adalah gelar yang diberikan kepada keturunan Nabi Muhammad SAW melalui cucu Nabi Muhammad SAW, Hasan bin Ali dan Husain bin Ali yang merupakan anak dari Ali bin Abi Thalib dan Fatimah az-Zahra. Fatimah az-Zahra yang merupakan anak perempuan Nabi Muhammad SAW. Keturunan wanita mendapatkan gelar "Sayyidah, Alawiyah, Syarifah, atau Sharifah

Beberapa kalangan muslim menggunakan gelar Sayyid  untuk orang-orang yang masih keturunan Abu Thalib paman Nabi Muhammad yaitu Abbas, Ja'far, Aqil dan Thalib. Kata Sayyid berarti Tuan dan dalam bahasa inggris yang artinya mendekati arti kata Sayyid adalah kata Sir atau Lord

Portugis

Keturunan bangsa portugis juga terdapat di aceh, terutama terdapat di wilayah Kuala Daya, Lam No yang berlokasi di peesisir barat Aceh. Pelaut-pelaut portugis singgah dan berdagang di wilayah Lam No yang kemudian sebagian orang portugis menetap di Lam No (saat itu Lam No dikuasai kerajaan kecil Lam No) antara tahun 1492-1511.

Suku-Suku yang Ada Di Aceh

Di aceh sendiri terdapat 12 suku

Suku Gayo

Add caption
Suku gayo sekarang bertempat tinggal di kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues. Suku gayo juga tinggal di Aceh timur yaitu kcamatan Serbe Jadi, Punaron dan Simpang Jernih.
Suku gayo menggunakan bahasa  gayo.

Suku gayo bermukim di dataran tingggi di Provinsi Aceh bagian tengah. Menurut sensus 2010, total jumlah suku gayo yang bertempat tinggal di Ach mencapai 336.865 jiwa. Suku gayo mendiami kabupaten Bener Meriah, Aceh Tengah dan Gayo Lues. Suku gayo juga ada yang bertempat tinggal di Aceh Tenggara, Aceh Tamiang dan Aceh Timur ( Suku Gayo juga ada yang bertempat tinggal di Aceh timur yaitu  kecamatan Serbe Jadi, Punaron dan Simpang Jernih). Bahasa yang digunakan Suku Gayo adalah Bahasa Gayo

Bahasa yang digunakan di Suku Gayo adalah Bahasa Gayo. Dalam bahasa Gayo, dalam memanggil seseorang, terdapat dua kata ganti orang yang memiliki arti sama namun penggunaannya berbeda. Kata ko dan kam sama sama berarti kamu atau anda. Panggilan ko digunakan untuk memanggil orang tua atau orang tua kepada yang lebih muda. Kata kam sendiri lebih sopan dibandingkan dengan Ko. Dalam bahasa gayo sendiri juga terdapat beberapa jenis Bahasa Gayo lainnya karena tiap suku Gayo (Gayo Lut, Deret, Gayo Lues, Lokop/Serbejadi dan Kalul) mendapat pengaruh dari bahasa-bahasa lainnya.

Rumah Adat Gayo Pitu Ruang
Suku Gayo juga memiliki marga yang sebenarnya jarang dicantumkan nama marganya. Namun tetap ada yang mencantumkan nama marga terutama yang bermukim di wilayah Bebesen untuk mengetahui garis keturunan atau asal keturunan.

Berikut marga-marga yang ada di Suku Gayo :

  • Alga
  • Tebe
  • Munte
  • Linge
  • Melala
  • Cibero
  • Ariga
  • Bukit
  • Jongok
  • Kala
  • Gunung
  • dan marga lainnya.

 Suku Aneuk Jamee

Suku Aneuk Jamee merupakan perantau Minangkabau yang bermigrasi ke Aceh dan telah berakulturasi dengan Suku Aceh. tersebar di sepanjang pesisir barat Aceh dari wilayah Aceh Selatan, Singkil, Simeuelue, Aceh Barat Daya. Suku ini bermigrasi ke daerah Aceh pada abad ke-17. Masyarakat ini memiliki bahasa dan budaya sendiri dan berbeda dengan budaya dan bahasa orang Aceh atau Minangkabau.
Bahasa yang digunakan di suku Aneuk Jame adalah Jamu atau Bahasa Jamee (bahasa hasil pembauran dari beberapa bahasa di Sumatera) yaitu bahasa yang mirip dengan Bahasa Padang namun tidak sama. Bahasa Jame adalah bahasa Minangkabau yang telah menyerap berapa unsur dan kosa kata bahasa  Aceh. Banyak Suku Aneuk Jamee yang mendiami daerah yang didominasi oleh Suku Aceh sudah menggunakan Bahasa Aceh. Yang menyebabkan Bahasa Jamee hanya digunakan oleh orang tua saja dan untuk bahasa pergaulan, kalangan orang tua juga menggunakan Bahasa Aceh sebagai bahasa pergaulan sehari-hari

Populasi Suku Aneuk Jamee mencapai 67.000 jiwa, masyarakat dalam suku ini beragama Islam. Suku Aneuk Jamee tersebar di Aceh, tepatnya di kabupaten Aceh Selatan, Aceh Barat Daya, Aceh Barat, Kabupaten Nagan Raya. Nama suku ini dalam bahasa Aceh memiliki arti "Anak Yang Berkunjung atau "Pendatang Baru".

Suku Aneuk Jame tinggal di pesisir barat Provinsi Aaceh. Populasi suku Anak Jame sekitar 50%, Mereka tinggal di sekitar teluk-teluk kecil di sepanjang pantai dan ada juga yang tersebar di dataran rendah yang dikelilingi oleh pegunungan Bukit Barisan.

Suku Aneuk Jamee sebagian besar bertempat tinggal di lima kabupaten di Aceh Barat, yaitu Tapak tuan, Samadua, Manggeng, Susoh, Manggeng, dan Labuhan Haji. Sebagian kecil dari Suku Aneuk Jameee juga bertempat tinggal di Aceh selatan, tepatnya di kabupaten Johan Pahlawan, Kaway XVI dan Kuala. 

Nama suku ini berarti pendatang yang konon berasal dari Minangkabau. Suku ini banyak tersebar di Kabupaten Aceh Selatan dan Kabupaten Aaceh Barat Daya. Bebeberapa kelompok kecil tersebar di Meulaboh, kabupaten Simeulue, kawasan Sinabung, kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam.

Suku Aneuk Jamee menggunakan binatang untuk dijadikan obat-obatan. Jenis binatang yang dijadikan obat adalah glee (sejenis penyu) yang diolah untuk dimakan dagingnya yang dipercaya untuk menyembuhkan gatal-gatal dan reumatik. Binatang kurungkhong (sejenis kepiting) untuk dijadikan obat asma, labah-labah air diolah untuk dijadikan obat asma, tulang badak diolah untuk dijadikan obat berbisa, katak hijau iolah untuk dijadikan obat untuk menyembuhkan luka gigitan ular, Jeureumen manok (lembing ayam) diolah untuk dijadikan obat luka gigitan lipan.

Di Suku Aneuk Jame terdapat 3 strata, yaitu : 

  1. Bangsawan berada pada strata bangsawan, strata bangsawan yang menempati strata tertinggi. 
  2. Kepala daerah, pemuka agama, pemimpin doa, kiai, hakim agama berada pada strata menengah 
  3. Rakyat biasa berada pada strata paling bawah.
Masyarakat suku Aneuk Jamee banyak yang berkerja sebagai nelayan, besawah (bersawah), baladang(Berladang), bakabun(Berkebun), baniago(pedagang tetap), penggaleh (penjual barang-barang dari desa ke desa).

Suku Singkil

Suku Singkil bertempat tinggal di kabupaten Aceh Singkil, Aceh Tenggara. Suku singkil juga bertempat tinggal di kota  Subulussalam di Provinsi Aceh.

perempuan Singkil
(acehzom.blogspot.com)
Bahasa yang digunakan suku Singkil adalah bahasa Singkil. Bahasa ini digunakan di banyak digunakan di Kabupaten Aceh Singkil, Kota Subulussalam dan beberapa kabupaten di Aceh Tenggara. Bahasa Singkil serumpun dengan Bahasa Pakpak di provinsi Sumatera Utara namun terdapat perbedaan yang unik yaitu penulisan huruf "r" diganti dengan "kh". Misalnya dalam Bahasa Indonesia terdapat kalimat "Seni Rupa", maka dalam penulisan di Bahasa Singkil adalah "Seni Khupa"
Budaya Suku Singkil dipengaruhi oleh tradisi Islam, karena masyarakat suku singkil beragama Islam. Walaupun Suku Singkil masih serumpun dengan Suku Pakpak, namun terdapat perbedaan karena Suku Pakpak masyarakatnya beragama Kristen sedangkan Suku Singkil masyarakatnya beragama Islam. Suku Singkil juga banyak yang bercampur dengan Etnis lain seperti Suku Minang dan Suku Aceh.

Suku Singkil juga mengenal marga untuk mengetahui garis keturunan seperti yang digunakan pada suku yang berada di Aceh lainnya. Berikut marga yang terdapat dalam Suku Singkil :
  • Kombih atau Kombi
  • Buluara
  • Palis atau Pelis
  • Ramin
  • Kembang
  • Manik
  • Lingga
  • Kesugihen
  • Sulin atau Solin
  • Ujung
  • Bako
  • Lingga
Beberapa marga lainnya yang berasal dari keturunan Minangkabau dan telah berasimilasi menjadi orang Singkil yaitu marga :
  • Melayu
  • Goci.

Agama Suku Singkil

Suku Singkil beragama Islam dan disebarkan oleh para saudagar pendatang dari Minangkabau dan karena Suku Singkil pernah dikuasai kerajaan Ach selama beberapa Abad. Suku minang meninggalkan jejak keturunannya di daerah pesisir. Suku singkil memiliki seorang ulama yang terkenal di masa lalu yakni Abdurrauf Singkil atau Syekh Abdur Rauf as-Singkili dan Abdurrauf Singkil pernah menjadi ulama besar dan mufti di Kerajaan Aceh pada abad XVII 

Seni dan Budaya yang Ada di Suku Singkil

  1. Tari Piring
  2. Tai Barat
  3. Tari Alas
  4. Tari Sri Ndayong
  5. Tari Biahat atau Tari Harimau
  6. Tari Payung
  7. Tari Lelambe

Makanan Tradisional Suku Singkil Adalah :

  1. Nditak
  2. Pelita Talam
  3. Ndalabakh
  4. Buah Belaka
  5. Nakan Nggekhsing atau nasi kuning
  6. Seme Malum
  7. Manuk Labakh
Suku singkil biasanya bekerja di bidang pertanian, buruh di perkebunan kelapa sawit dan bekerja sebagai pemuat barang ke kapal yang akan di ekspor. 

Suku Alas

Suku Alas bermukim di Kabupaten Aceh Tenggara, Provinsi Aceh. Kata Alas berarti tikar, kenapa tikar? karena Suku Alas menempati daerah yang membentang seperti tikar disekitar Bukit Barisan. Sebagian besar penduduk Suku Alas menggantungkan hidup dari pertanian dan peternakan. Tanah Alas ditanami padi, karet, kopi dan kemiri, rotan, damar, kemeenyan, kayu hutan lainnya. Suku Alas kebanyakan beternak kuda, kambing, kerbau, dan sapi.

Kute adalah sebutan untuk "kampung" oleh Suku Alas, tiap kampung merupaka tempat bermukimnya satu atau beberapa klan. Tiap klan berasal dai satu nenek moyang yang sama. Suku Alas hidup dengan budaya kekeluargaan dan persatuan. Suku Alas memiliki adat eksogami, yaitu jika seseorang dari Suku Alas ingin menikah, maka ia harus mencari pasangan dari klan lain.

Seluruh masyarakat Suku Alas adalah penganut agama Islam.
Bahasa yang digunakan Suku Alas addalah Bahasa Alas

Tari Tradisional Aceh

Ada banyak tari tradisional aceh yang menggambarkan warisan adat, agama dab cerita rajtat setempat yang biasa dibawakan secara berkelompok biasanya tiap anggota kelompok berjenis kelamin sama, ada yang menari sambil berdiri dan ada juga yang menai sambil duduk. Musik pengiring tari ada yang berasal dari suara vokal dan suara tepukan-tepukan tubuh para penari. Ada juga tari dari Aceh yang diiringi alat musik.
    1. Tari Seudati
    2. Tari Seudati
    3. Tari Rateb Meuseukat
    4. Tari Likok Pulo
    5. Tari Laweut
    6. Tari Pho
    7. Tari Ratoh Duek
    8. Tari Tarek Pukat
    9. Tari Rabbani Wahed
    10. Tari Ranup lam Puan
    11. Tari Rapa'i Geleng
Seperti yang telah saya jelaskan, Masakan Aceh kaya akan rempah-rempah (jahe, merica, cengkeh, ketumbar, jintan, kapulaga, kayu manis, adas) yang identik juga dengan masakan India dan Arab. Aceh memiliki masakan yang identik dengan kari, gulai, dan santan. Masakan-masakan Aceh banyak yang menggunakan bahan daging kerbau, sapi, kambing, ayam dan juga ikan dalam tiap masakannya..

Beberapa masakan Aceh :
  • Sop Sumsum
  • Sie Reuboh
  • Sate Matang
  • Mie Caluk
  • Smbai Asam Udeuëng
  • Keumamah
  • Mie Aceh
  • Masam Keu'euëng
  • Martabak Aceh
  • Kanji Rumbi
  • Kuwah Pliëk U
  • Ayam Tangkap
  • Eungkot Paya
  • Nasi Guri
  • Kuwah Eungkôt Yèë
  • Kuah Beulangong

https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Aceh
https://id.wikipedia.org/wiki/Sayyid
https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Gayo
http://kebudayaanindonesia.net/media/images/upload/culture/suku.jpg
http://kebudayaanindonesia.net/kebudayaan/949/suku-aneuk-jamee
http://deutromalayan.blogspot.co.id/2012/11/suku-aneuk-jamee-aceh.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Bahasa_Jamee
https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Aneuk_Jamee
https://id.wikipedia.org/wiki/Suku_Singkil
http://incubatorplus.wikia.com/wiki/Wp/skl
https://nabilberri.wordpress.com/2012/11/14/suku-singkil/

0 komentar: